“Ponsel buat anak, pilih yang fungsional…”


Dalam era komunikasi ini, keberadaan telepon seluler (Ponsel) sudah menjangkau ke pelosok daerah. Seolah bukan lagi sebagai tren, Ponsel sudah menjadi kebutuhan untuk berkomunikasi satu sama lain dengan cepat dan mudah. Tak terkecuali bagi anak-anak, sebagian orangtua juga menganggap Ponsel sebagai sebuah kebutuhan untuk berkomunikasi dengan mereka.

Oleh : Akhmad Ludiyanto

Saat ini sepertinya sulit untuk menghidarkan anak-anak dari penggunaan Ponsel. Mereka sudah telanjur akrab terhadap keberadaan Ponsel di lingkungan mereka tinggal, baik di rumah, di tempat bermain, di sekolah, dan di mana saja.
Sebenarnya, seperti orang dewasa atau orangtua, anak-anak juga membutuhkan Ponsel sebagai sarana komunikasi dengan teman-temannya, dengan saudara, bahkan dengan orangtuanya sendiri, khususnya saat mereka jauh.
Salah satu orangtua, Nuning mengakui kebutuhan akan hal itu. Ponsel juga bisa menjadi salah satu alat kontrol orangtua terhadap anak-anak mereka.
“Kadang-kadang kami butuh tahu keberadaan anak kalau terlambat sekolah. Salah satu cara paling mudah ya dengan menghubungi mereka lewat Ponsel,” kata dia.
Mungkin, Nuning adalah satu dari sekian banyak orangtua yang merasakan bahwa Ponsel bagi anak adalah sebuah kebutuhan.
Sementara itu, salah satu sales counter Ponsel di Solo Grand Mall, Yani menegaskan hal serupa. Kerap kali ada customer orangtua yang membelikan Ponsel bagi anak-anak mereka. “Yang beli buat anaknya yang masih kecil itu beragam. Ada yang beli Ponsel sesuai kemauan anaknya, ada juga orangtua yang kukuh membelikan anak Ponsel dengan spesifikasi tertentu (terbatas-red),” ujarnya.
Ditambahkannya, ketika ada anak yang minta dibelikan Ponsel, umumnya meminta yang ada fasilitas kamera dan pemutar musik. Padahal kedua fasilitas ini biasanya digunakan orang dewasa.
Dari sedikit contoh yang terjadi di toko Ponsel itu setidaknya bisa diambil gambaran bahwa anak-anak sudah mengerti keinginan mereka. Namun terkadang anak-anak menuntut sesuatu hal yang berlebihan.

Tidak mahal
Sementara itu, ada orangtua yang tegas dan ada orangtua yang lunak. Orangtua yang tegas berusaha memahami anak akan kebutuhan komunikasi mereka, namun masih memberikan batasan tertentu. Sementara orangtua yang lain hanya menuruti kemauan anak-anak dengan membelikan Ponsel yang serba bagus.
Pada sisi lain, dari kacamata psikolog, penggunaan Ponsel pada anak-anak saat ini memang sulit dihindarkan. Oleh sebab itu, peran orangtua sebagai pengawas sangat dibutuhkan.
Pengawasan bisa diawali saat orangtua membelikan Ponsel bagi anak-anak. Misalnya, kata psikolog dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Murdiningsih, belikan Ponsel yang memiliki fungsi sederhana. Yakni bisa digunakan untuk menelepon dan ber-SMS. “Yang fungsional saja, mereka tetap bisa berkomunikasi,” ujarnya.
Jangan pula membelikan Ponsel yang nilainya mahal. Selain belum perlu, Ponsel mahal pada anak kerap mengundang tindak kejahatan. “Kalau ada orang jahat atau orang iri hati, mungkin tak hanya merampas Ponselnya, tetapi melukai anaknya,” tandasnya.
Sementara itu, pengawasan selanjutnya adalah tidak membiarkan anak menggunakan Ponsel di luar kewajaran. Dari segi waktu tentu akan menyita kesempatan mereka untuk mengerjakan yang lain. Sementara dari segi biaya, menggunakan Ponsel untuk menelepon atau ber-SMS akan menguras banyak uang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: