Avatar, animasi menakjubkan hingga pesan penyelamatan lingkungan


Gaung film Avatar memang sudah sangat terasa meski saat ini belum semua bioskop di Tanah Air memutarnya. Apalagi, film yang disutradarai James Cameron ini menjadi film terbaik dalam ajang Golden Globe Awards ke-67 yang digelar di Beverly Hilton, Beverly Hills, Amerika Serikat awal pekan lalu.

Tak hanya meraih penghargaan untuk Film Drama Terbaik, Avatar juga mentasbihkan Cameron sebagai Sutradara Terbaik, menyisihkan Clint Eastwood (Invictus) dan Quentin Tarantino (Inglourious Basterds).
Sebagian orang mungkin sudah melihat thriller-nya di Internet dan terkagum-kagum dengan animasinya yang luar biasa. Nah, jadi penasaran pengen liat versi full-nya ya? Tunggu aja di bioskop favoritmu.
Tapi sebelum nonton, bisa disimak dulu bagaimana sih proses pembuatan film yang menghabiskan dana ratusan juta dolar ini?
Film animasi ini memang sangat menakjubkan. Makhluk-makhluk dan alam dalam Avatar ini seolah tampak sangat nyata. Tak heran, lebih dari satu petabyte (1.000 terabyte) penyimpanan digital diperlukan bagi semua komponen yang dihasilkan komputer-produksi film tersebut.

Ini setara dengan sekitar 500 kali jumlah yang digunakan untuk menciptaan dan mengkaramkan kapal bersama penumpangnya dalam hit dari karya Cameron tahun 1997 dan film terlaris sepanjang sejarah, Titanic.
Film Avatar juga menggunakan teknologi capture performance, yang dibuat dari komputerisasi image dari aksi manusia sesungguhnya. Film mengambil interaksi ex-soldier dengan alien berukuran tinggi 10 inci di Planet Pandora.
Cameron menggunakan dua kamera yang ringan hanya 50 pound, dan lensa kamera yang dinamis akan dipadukan dengan bantuan komputer, untuk membuat aksi yang sekuensial. Menurut Cameron, dalam film ini juga menggunakan metode untuk menangkap emosi manusia dengan teknik komputerisasi yang andal. Tidak seperti metode sebelumnya yang menangkap dot yang ada di muka manusia untuk membuat perubahan emosi yang direkontruksi secara digital, namun kini setiap frame akan dianalisa untuk detail wajah seperti pori-pori dan keriput untuk membantu membuat pergerakan gambar via komputer.
Sementara itu, seperti dikutip dari beritanet.com biaya produksi film Avatar yang dihabiskan senilai US$ 237 juta, atau lebih rendah daripada yang dipakai untuk produksi film 2D Spiderman 3 (2007) yang dibuat dengan biaya US$ 258 juta, namun lebih mahal ketimbang film animasi 3D Monsters vs Aliens (2009) yang hanya menghabiskan biaya US$ 175 juta.
Sementara itu, lepas dari kecanggihan efek visual yang disajikan, film Avatar mengandung beberapa pesan yang patut dicermati. Paling tidak, ada dua pesan yang cukup kentara dari film ini, yakni pesan antiperang dan pelestarian lingkungan. Sikap antiperang ini dapat dilihat dari tanggapan dan tentangan para ilmuwan yang dimotori oleh Grace terhadap rencana untuk meratakan pohon kehidupan tempat tinggal klan Omaticaya. Pesan ini juga terlihat ketika Cameron menampilkan kekejaman para petugas keamanan perusahaan RDA yang kemudian memerangi bangsa Na’vi. Dalam film ini, para tentara digambarkan bengis dan tidak tergetar sedikit pun oleh nilai-nilai kemanusiaan universal. Boleh dikatakan bahwa ini adalah cara Cameron mengritik pendekatan militer yang ditempuh pemerintah Amerika dalam perang melawan terorisme pada tahun-tahun sebelumnya. Kritik itu kuat terasa karena Cameron juga menggunakan istilah preemptive war yang kerap digunakan oleh pejabat Washington sebelum menaklukkan Afghanistan dan Irak pascaserangan September 2001.
Sementara itu, sebagaimana dikutip dari kompas.com pesan peduli lingkungan sangat kental terasa dalam adegan Neyriti mengajarkan kepada Jake bagaimana caranya bersatu dan memahami alam. Dalam film itu, juga digambarkan bangsa Na’vi berkomunikasi dengan binatang atau tumbuhan di lingkungannya melalui jaringan saraf sinaptis. Jaringan ini berfungsi seperti porta penghubung yang memungkinkan keduanya bertukar informasi dan perasaan secara langsung. Ini lebih menguatkan pesan ekologis Cameron agar manusia dapat bersatu dengan alam. Dalam sebuah wawancara dengan The Sun, Cameron memang mengakui bahwa dirinya adalah seorang aktivis environmentalis. Jadi, wajar saja apabila pesan peduli terhadap lingkungan terasa kuat menjiwai filmnya kali ini. Pesan ini juga dapat dianggap sebagai kritik Cameron terhadap industrialisasi negara-negara maju. Kemajuan industrialisme dianggap sering harus berhadapan dengan upaya pelestarian dan penyelamatan lingkungan. Pesan ini terlihat kuat dalam adegan Neyriti dan Jake ketika terpaksa berhadapan dengan rombongan buldozer yang hendak meratakan hutan suci milik para Na’vi.

One Response to Avatar, animasi menakjubkan hingga pesan penyelamatan lingkungan

  1. Botak mengatakan:

    mana animasinya ? Sayakan sedang mencari gambar animasi untuk penyelamatan lingkungan untuk tugas sekolah……….. ! _ !
    tapi tak apa the article is good….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: