Mengucek mata itu berbahaya !!

Saat mata terasa gatal, muncul niat untuk menguceknya. Dan, hampir semua orang pernah melakukannya, yang akan berakibat mata memerah dan terasa perih. Tahukah bahwa mengucek mata bisa melemahkan otot yang ada di mata?

Tidak heran jika setelah gesekan terhadap mata, mata menjadi merah dan perih. Bisa jadi hal tersebut disebabkan keasyikan mengucek mata hingga rasa gatalnya hilang. Dan, bagaimana jika tangan yang mengucek itu kotor?

“Mengucek mata, yoga dengan kepala di bawah, tidur dengan wajah menempel pada bantal atau berenang merupakan berbagai aktivitas yang bisa menyebabkan penekanan mata meningkat,” ujar Professor Charles McMonnies, dari UNSW School of Optometry and Vision Science, dalam jurnal yang telah dipublikasikan berjudul Optometry and Vision Science, seperti dikutip dari Science, Senin (10/8/2009).
baca selengkapnya

Ngompol…^_^

Mungkin kita semua sudah tahu arti kata ‘ngompol’; yaitu keluarnya air kencing tanpa disadari saat tidur di malam hari. Kebiasaan ini sering dipandang negatif, padahal pada usia tertentu, ngompol masih dianggap normal.

Ngompol setidaknya diakibatkan oleh belum atau tidak berfungsinya dua mekanisme berikut :

1. Siklus hormon antidiuretik. Hormon ini berguna untuk menekan produksi air kencing. Biasanya mulai dilepaskan oleh tubuh menjelang senja, sehingga jumlah air kencing di malam hari berkurang.
2. Sensasi penuh kandung kencing. Sensasi ini cukup kuat sehingga mampu membangunkan anak saat tidur untuk kemudian kencing di kamar mandi atau WC.
Jika salah satu atau kedua mekanisme di atas berjalan dengan baik, anak tidak ngompol lagi. Pada kebanyakan anak, mekanisme tersebut baru mulai berkembang di usia 2 – 6 tahun.
baca selengkapnya

Trend Model Jadul

Para vendor sukses memodifikasi trend fashion era 70-an menjadi pilihan gaya busana remaja sekarang. MODEL busana terus berganti seiring perkembangan zaman. Para desainer mencoba menemukan gaya-gaya baru yang tentu saja harus disesuaikan dengan selera calon konsumen. Saking seringnya model busana berganti, kemungkinan para perancang busana kehabisan ide. Buktinya vendor fashion melirik gaya tahun 70-an. Tapi model ‘zaman dulu’ alias ‘zadul’ itu tak diadopsi secara total.
Beberapa bagian dimodifikasi. Entah untuk mempercantik tampilan atau sekedar membedakan model saat ini dengan aslinya. Kesan itu terasa  di pusat-pusat perbelanjaan di Samarinda. Model ‘zadul’ ini pun mulai menjamur. Contoh misalnya di SCP (Samarinda Cental Plaza),  Jalan Pulau Irian. Di tempat nongkrong Agasa (anak gaul Samarinda) itu terlihat remaja-remaja wanita mengenakan mini dress ala 70-an.
Salah satunya Mala. Gadis manis berkulit putih itu terlihat serasi mengenakan mini dress yang dipadukan dengan legging. Tambahan aksesoris seperti tas tangan dan flat shoes, menambah ceria penampilan wanita ini. Apa alasan Mala berpenampilan demikian?
baca selengkapnya